Facebook

.

Rabu, 17 Agustus 2016

PRESENTASI KERJA PROYEK


PRESENTASI KERJA PROYEK
Oleh : feriana lestari

·         presentasi kerja proyek
Untuk itu, berikut adalah sebuah presentasi yang baik menjelaskan tentang manajemen proyek dan faktor-faktor apa yang mendukung kesuksesan sebuah proses manajemen proyek. Presentasi yang dibuat oleh Andrew Filev, CEO dari Wrike, Inc akan membantu Anda untuk menjadi seorang manajer proyek (Project Manager) yang berhasil.
Silakan pelajari slide presentasi di bawah dengan klik tombol panah untuk berpindah ke slide berikutnya. Setelah itu, Anda bisa membaca rangkuman yang saya siapkan di bawah. (NOER, 2014)

·         Teknik persentasi
Slide presentasi juga berperan dalam penyampaian isi materi, selain dikemas dengan lebih singkat dan menarik, slide dapat menjadi fasilitas untuk memaparkan hasil penelitian. Kekoherensian (kepaduan/hubungan) slide akan mendukung kelancaraan presentasi dan menarik perhatian audiens, karena jika tidak adanya dukungan dari audiens dapat mengganggu kelancaran dalam presentasi. Misalnya audiens berbicara sendiri, gaduh, jenuh, hingga tidur. Selain itu slide juga dipengaruhi oleh software yang digunakan.
Terdapat beberapa pilihan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan dalam presentasi yaitu: microssoft power point, open office impress,  flash point, macromedia flash, macromedia captivate. (edi, 2015)

·         Data pra produksi
 adalah salah satu tahap dalam proses pembuatan film. Pada tahap ini dilakukan sejumlah persiapan pembuatan film, diantaranya meliputi penulisan naskah skenario, menentukan jadwal pengambilan gambar, mencari lokasi, menyusun anggaran biaya, mencari/mengaudisi calon pemeran, mengurus perizinan, menentukan staf dan kru produksi, mengurus penyewaan peralatan produksi film, dan juga persiapan produksipasca-produksi serta persiapan-persiapan lainnya (Muhammad, 2013)

·         Data proses produksi
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa.  proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia. (yprawira, 2012)

·         Data pasca produksi
adalah salah satu tahap dari proses pembuatan film. Tahap ini dilakukan setelah tahap produksi film selesai dilakukan. Pada tahap ini terdapat beberapa aktivitas seperti pengeditan film, pemberian efek khusus, pengoreksian warna, pemberian suara dan musik latar, hingga penambahan animasi. (wikipedia, 2014)                   KLIK

daftar pustaka

edi, o. (2015, desember 25). Teknik Presentasi yang Baik dan Benar. Retrieved 08 18, 2016, from Oktasius Blogger.
Muhammad, I. ( 2013, June 23). ( Pra-produksi ). Retrieved 08 18, 2016, from fotografer: http://sangpencarifoto.blogspot.co.id/2013/06/pra-produksiproduksipascaproduksi.html
NOER, M. (2014, maret 11). Presentasi Manajemen Proyek. Retrieved 08 18, 2016, from Presentasi Manajemen Proyek: http://www.presentasi.net/presentasi-manajemen-proyek/
wikipedia. ( 2014, Apri 25). Pascaproduksi. Retrieved 08 18, 2016, from Pascaproduksi: https://id.wikipedia.org/wiki/Pascaproduksi
yprawira. (2012, juni 21). PENGERTIAN DAN PROSES PRODUKSI. Retrieved 08 18, 2016, from PENGERTIAN DAN PROSES PRODUKSI: https://yprawira.wordpress.com/pengertian-dan-proses-produksi/

ANALISIS HASIL KERJA PROYEK

ANALISIS HASIL KERJA PROYEK
Oleh : feriana lestari
·         Analisis Hasil Kerja Proyek
adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik,[1] dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi)[2], dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemenpada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik. (wikipedia, 2011)
·         Tujuan  Jaringan Kerja
Adapun tujuan  jaringan kerja adalah :
a. Untuk mengkoordinir semua unsur (element) proyek kedalam suatu rencana utama (master plan) dengan menciptakan suatu model kerja untuk melengkapai proyek sehingga diperoleh data sebagai berikut :
1. Waktu terbaik untuk pelaksanaan kegiatan
2. Pengurangan/penekanan ongkos/biaya
3. Pengurangan resiko.
b. Mempelajari alternatif-alternatif yang terdapat didalam dan diluar proyek.
c. Untuk mendapatkan atau mengembangkan skedul yang optimum.
d. Penggunaan sumber-sumber secara efektif dan efisien.
e. Alat komunikasi antar pimpinan.
f. Pengawasan pembangunan proyek.
g. Memudahkan revisi atau perbaikan terhadap penyimpangan yang terjadi.  (Prescilia, 2015)
·         Waktu pelaksanaan kerja proyek
Sebelum melaksanakan pekerjaan Pembangunan Jaringan Listrik, sudah tentu diperlukan acuan untuk dapat digunakan oleh karyawan di lapangan dalam mencapai target penyelesaian pekerjaan. Dan bisa juga digunakan untuk analisa jumlah karyawan yang dibutuhkan. (cvaristonkupang, 2013)
·         Pengurangan atau penekanan ongkos biaya
Ongkos angkut pembelian adalah ongkos untuk mengirimkan barang dagang yang dibebankan kepada si pembeli. Jika ongkos tersebut dibebankan kepada kita sebagai pihak pembeli maka kita perlu membuka akun ini. Ongkos Angkut Pembelian bersaldo normal debet (bertambah di sebelah debet dan berkurang disebelah kredit). (mind, 2011)
·         Pengurangan resiko
 adalah salah satu system pendekatan untuk mengindentifikasi, mengevaluasi dan mengurangi resiko yang diakibatkan oleh bencana .  (ecoflores, 2015)


DAFTAR PUSTAKA

cvaristonkupang. (2013, 03 09). Penyusunan Jadwal Waktu Pelaksanaan Proyek Pembangunan Jaringan. Retrieved 08 18, 2016, from PEMBANGUNAN MENERANGI DAN MENCERDASKAN: https://cvaristonkupang.com/2013/03/09/penyusunan-jadwal-waktu-pelaksanaan-proyek-pembangunan-jaringan/
ecoflores. (2015, oktober 1). Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Retrieved 08 18, 2016, from Pengurangan Resiko Bencana (PRB): http://www.ecoflores.org/id/pengurangan+risiko+bencana/
mind, P. (2011, 01 01). Pembelian, Ongkos Angkut Pembelian, Retur dan Diskon. Retrieved 08 18, 2016, from Pudhyn's mind: http://pudhynsmind.blogspot.co.id/2011/01/pembelian-ongkos-angkut-pembelian-retur.html
Prescilia, A. (2015, 03 01). PENDEKATAN SISTEM : JARINGAN KERJA DAN PERT. Retrieved 08 18, 2016, from Tugas Kuliah: http://ariskaprescilia.blogspot.co.id/2015_03_01_archive.html

wikipedia. (2011, 10 01). Manajemen proyek. Retrieved 08 18, 2016, from Manajemen proyek: https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek

PRINSIP PEMBUATAN BUKU PANDUAN

PRINSIP PEMBUATAN BUKU PANDUAN
Oleh : feriana lestari

·         Prinsip Pembuatan Buku Teks Pelajaran
Sebelum mulai menulis buku teks pelajaran, mari kita kenali terlebih dahulu 3 prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembuatan buku teks pelajaran, di antaranya: (1) prinsip relevansi; (2) prinsip konsistensi; dan (3) prinsip kecukupan (Agus Wuryanto, 2010).
1.     Prinsip relevansi, materi yang ditulis di dalam buku teks pelajaran harus relevan dengan tujuan instruksional umum (TIU) yang ingin dicapai.
2.     Prinsip   Fleksibilitas i, jumlah pokok bahasan yang ditulis di dalam buku teks pelajaran harus sama dengan jumlah tujuan instruksional khusus (TIK).
3.     Prinsip Kontinuitas , materi yang disajikan di dalam buku teks pelajaran harus cukup untuk mencapai tujuan instruksional. Tidak lebih sedikit, atau lebih banyak. Jika lebih sedikit, dikhawatirkan tujuan instruksional tidak tercapai. Jika lebih banyak, akan tidak efisien karena dirasa membuang-buang waktu dan tenaga. (Kedavra, 2010)
·         Prinsip relevansi
Dalam hal ini dapat dibedakan relevansi keluar yang berarti bahwa tujuan, isi, dan proses belajar harus relevan dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan masyarakat dan relevansi ke dalam berarti bahwa terdapat kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum, yaitu antara tujuan, isi, proses penyampaian dan penilaian yang menunjukkan keterpaduan kurikulum. (srihendrawat, 2012)
·         Fleksibilitas
dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. (SUDRAJAT, 2008)
·         Kontinuitas
Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan, tidak terputus – putus. Artinya bagian – ­bagian, aspek – aspek, materi, dan bahan kajian disusun secara berurutan, tidak terlepas – lepas, melainkan satu sama lain me­miliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dalam satuan pendidikan, dan tingkat perkem­bangan siswa. Oleh karena itu, pengalaman – pengalaman yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas lainnya, antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang pendidikan yang lain juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. Dengan prinsip ini, tampak jelas alur dan keterkaitan di dalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. (pmat.uad, 2012)
·         Efisiensi
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan prinsip praktis, yaitu dapat dan mudah diterapkan di lapangan. Kurikulum harus bisa diterapkan dalam praktik pendidikan, sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu. (jumiatiadvent199, 2014)

daftar pustaka

jumiatiadvent199. (2014, juni 14). Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum. Retrieved 08 18, 2016, from Jumiati: http://jumiatiadvent199.blogspot.co.id/2015/06/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum.html
Kedavra, S. (2010, january 1). TATA CARA PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN. Retrieved 08 18, 2016, from TATA CARA PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN: http://sevannisa.blogspot.co.id/2014/09/tata-cara-penulisan-buku-teks-pelajaran.html
pmat.uad. (2012, 04 1). PRINSIP, MODEL, dan TAHAP PENGEMBANGAN KURIKULUM. Retrieved 08 18, 2016, from PENDIDIKAN MATEMATIKA: http://pmat.uad.ac.id/prinsip-model-dan-tahap-pengembangan-kurikulum
srihendrawat. ( 2012, APRIL 15 ). PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM. Retrieved 08 18, 2016, from Menguntai Makna: http://srihendrawati.blogspot.co.id/2012/04/prinsip-prinsip-pengembangan-kurikulum.html
SUDRAJAT, A. (2008, Januari 31). Prinsip Pengembangan Kurikulum. Retrieved 08 18, 2016, from Prinsip Pengembangan Kurikulum: https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/prinsip-pengembangan-kurikulum/


nama : feriana lestari
sekolah : smk islam 1 blitar

Senin, 15 Agustus 2016

IP Address
Oleh : feriana lestari

IP Address adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan komputer lain, IP Address terdiri dari 4 Blok, setiap Blok di isi oleh angka 0 - 255. Contoh IP Address seperti 192.168.100.1 , 10.57.38.223 , ini adalah IPv4.
IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda.
Agar mudah ngerti, Net ID adalah nama jalan dan Host ID adalah nomor Rumah, jadi Jln. Diponegoro No 3 , jika nama jalan dari beberapa orang sama, maka nomor rumah mereka tidak mungkin sama. (adalahcara, 2013)
IP address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah. IP address kelas AjaringanIP address Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. IP address Kelas C untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki anggota yang sedikit. IP address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam penggunaan normal, kelas d diperuntukan bagi jaringan multicast, dan E untuk Eksperimental.

Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal, yaitu Network ID dan Host ID dari suatu IP address  Setiap IP address selalu merupakan pasangan network ID (Identitas Jaringan) dan Host ID (Indentitas host dalam suatu jaringan). Masing-masing komputer/router di suatu jaringan host ID-nya harus Unik (harus berbeda dgn komputer yg lain). (Setiawan, 2012)
Jenis IP Address
  1. IPversi4(IPv4)

    Internet protocol version 4 atau IPv4 terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6.
  2. IPversi6(IPv6)

    IPv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia IPv4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itulah IPv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar dari IPv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.

    Internet protocol versi 6 atau IPv6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat 4, jadi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456. (technopark.surakarta, 2012)
Pemabagian kelas kelas IP Adders didasarkan dua hal network ID dan host ID  dari suatu IP Addres.  Setiap IP Addres meruapakan pasangan sebuah network ID dan sebuah host ID. Network ID ialah bagian IP Addres yang digunakan untuk menujukan temapat komputer ini berada, sedangkan host ID ialah bagian dari IP Addres yang digunakan untuk menunjukan workstation, server, router dan semua TCP?IP lainnya dalam jaringan tersebut dalam jaringan host ID harus unik.
  • Kelas A
Karakteristik  :
Format                       : 0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhh
Bit pertama                : 0
Panjang NetID           : 8 bit
Panjang HostID         : 24 bit
Byte pertama             : 0 – 127
Jumlah                        : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP                     : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP                    : 16.777.214 IP Adders pada tiap kelas  A
IP Addar kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Bit pertama dari kelas A selalu diset 0 sehingga byte terdepan kelas A selalu bernilai antara 0 dan 127. IP Adders kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID  24 bit berikutnya. Dengan demikian pembacaan IP Adders kelas A : misalnya  012.26.2.6 ialah :
Network ID                : 012
Host ID                       : 26.2.6
Dengan panjang host ID yang 24 , maka network ini dapat menampung sekitar 16 juta host setiap jaringan .
  • Kelas B
Karakteristik :
Format                       : 10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh
Dua bit pertama        : 10
Panjang NetID           : 16 bit
Panjang HostID         : 16 bit
Byte pertama             : 128 – 191
Jumlah                        : 16.384 kelas B
Range IP                     : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP                    : 65.532 IP Adders pada tiap kelas B
            IP Adders kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Dua bit pertama dari IP addres kelas B selalu diset 10 sehingga byte terdepan dari IP adders ini selalu bernialai diantara 128 hingga 191. Pada IP Adders kelas B, network ID ialah 16 bit pertama sedangkan 16 bit berikutnya ialah host ID. Dengan demikian pembacaan IP addres kelas B misalkan: 128.29 121.1 ialah:
            Network ID                : 128.29
            Host ID                       : 121.1
Dengan panjang host ID yang 16 bit, IP Adders Kelas B ini menjangkau sampai 16.320 jaringan dengan masing-masing 65024 host. (myhafiezers, 2012)

  • Kelas C
Karakteristik :
Format                         : 110nnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh
            Tiga bit pertama            : 110
Panjang NetID             : 24 bit
Panjang HostID            : 8 bit
Byte pertama                : 192 – 223
Jumlah                          :  2.097.152 kelas C
Range IP                      : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP                     : 65.532 IP Adders pada tiap kelas C
IP Adders kelas C awalnya digunkan untuk jaringan berskala  kecil mislanya LAN. Terdiri atas network 192.0.0.0 sampai 223.255.255.0. Network ID ada pada tiga bit yang pertama selalu berisi 111. Bersama 21 bit berikutnya membentuk network ID 24 bit. Host ID ialah 8 bit terakhir. Kelas ini menjangkau hingga hampir 2 juta jaringan dengan masing-masing 254 host.
  • Kelas D
Karakteristik :
Format             : 1110mmmmm mmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmm
4 Bit pertama    : 1110
Bit multicasting  : 28 bit
Byte inisial        : 224 – 247
Diskripsi          : Kelas  D adalah ruang alamat multicasting RFC (1112)
IP Addres kelas D dipergunakan untuk  IP Adders  multicasting. 4 bit pertama IP Addres kelas D diset 1110. Bit bit seterusnya diatur sesuai multicasting grup yang menggunakan IP Adders ini. Dalam multicasting tidak dikenal host ID dan network ID.
  • Kelas E
Karakteristik :
Format             : 1111rrrrr rrrrrrrr rrrrrrrr rrrrrrr
4 Bit pertama    : 1111
Bit cadangan     : 28 bit
Byte inisial        : 248 – 255
Diskripsi           : Kelas  E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan   eksperimental
IP Addres kelas E tidak digunakan untuk keperluan umum. 4 bit pertama diset 1111. (Kurniawan, 2005)

 IP Address & Subnetting
Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya saja sedangkan host ID diatur oleh pemilik IP address tersebut.
Contoh IP address untuk cisco.com adalah 198.133.219.25 untuk www.ilkom.unsri.ac.id dengan IP nya 202.39.35.3
Alamat yang unik terdiri dari 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet (8 bit)
00000000 . 00000000 . 00000000 . 00000000
o 1 o 2 o 3 o 4
Ip address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID, Network ID yang akan menetukan alamat dalam jaringan (network address) sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin lainnya
Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya. (med.unhas.ac.id/, 2011)

DAFTAR PUSTAKA

adalahcara. (2013, 05 05). Pengertian IP Address Adalah dan Kelas IP Address. Retrieved 08 16, 2016, from Belajar Komputer: http://www.adalahcara.com/2013/05/pengertian-kelas-ip-address-adalah.html
Kurniawan, N. (2005, January 2). KELAS KELAS IP ADDRES. Retrieved 08 16, 2016, from KELAS KELAS IP ADDRES: http://www.oocities.org/vri_kurniawan/ipadders.htm
med.unhas.ac.id/. (2011). IP Address & Subnetting. solo: IP Address & Subnetting.
myhafiezers. (2012, 08 08). Kelas IP Addres Komputer Jaringan. Retrieved 08 16, 2016, from Kelas IP Addres Komputer Jaringan: https://myhafiezers.blogspot.co.id/2012/08/kelas-ip-addres-komputer-jaringan.html
Setiawan, A. (2012, 01 21). Kelas-Kelas IP Address. Retrieved 08 16, 2016, from Kelas-Kelas IP Address: http://www.transiskom.com/2012/10/kelas-kelas-ip-address.html
technopark.surakarta. (2012, 01 23). Solo Technopark. Retrieved 08 16, 2016, from Solo Technopark: http://technopark.surakarta.go.id/id/media-publik/komputer-teknologi-informasi/191-ip-address-fungsi-dan-kelas-ip