Facebook

.

Senin, 19 September 2016


PENGATURAN JARINGAN PERUSAHAAN
Oleh : feriana lestari
    A.    Pengertian Router Dan Routing
Router adalah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. (sonichgaspol.wordpress.com, 2011)
Routing proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya. (ONLY, 2014 )
   B.     Komponen Router Dan Fungsinya

   1.      RAM (Random Access Memory)
Fungsi dan karakteristik RAM:


a.       Menyimpan tabel routing
b.      Menangani cache ARP
c.       Menangani cache fast switching
d.      Menangani packet buffering dan share RAM
e.       Menangani antrian paket
f.       Menyediakan temporary memory untuk file konfigurasi pada saat router bekerja
g.      Data akan hilang pada saat Router dimatikan atau di restart
    2.      NVRAM (Non Volatile Random Access Memory)
Fungsi dan karakteristik NVRAM: 


   a.       Menyediakan storage untuk file startup configuration
   b.      Data masih ada walaupun router dimatikan atau restart
   3.      Flash Memory 
           Fungsi dan karakteristik Flash Memory: 


     a.      Menangani IOS Image
     b.      Memberi akses software untuk melakukan update tanpa harus melepas chip pada prosesornya
     c.       Data masih ada ketika router dimatikan atau restart
     d.      Dapat menyimpan beberapa versi software IOS
     e.       Merupakan tipe dari Electrically Erasable Programmable Read only Memory (EEPROM)
   4.      ROM (Read Only Memory)
Fungsi dan karakteristik ROM: 


    a.       Menangani perintah-perintah untuk keperluan diagnosa Power On Self Test (POST)
    b.      Menyimpan program Bootstrap dan dasar Operating System
    c.       Membutuhkan melepas chip pada motherboard pada saat melakukan upgrade software
    d.      Interface 
Fungsi dan karakteristik Interface:


    e.       Menghubungkan router ke suatu jaringan sebagai keluar masuknya paket data
f.        Hanya berada dalam motherboard atau sebagai module yang terpisah (jurnalcisco, 2014)

    C.    Macam Macam Routing

1.      Routing statis
Static routing merupakan rute yang secara manual dimasukan oleh Administrator kedalam konfigurasi devices untuk mendefinisikan lewat interface mana sebuah paket dengan suatu tujuan akan dilewatkan. Berikut ini merupakan poin – poin yang didefenisikan dalam static routing :
- Network tujuan
- Subnet Mask
- Gateway atau interface yang di tunjuk untuk melewati packet tersebut
- Metric (digunakan untuk membandingkan tingkat kredibilitas suatu path bila terdapat lebih dari 1 rute untuk suatu destination yang sama)
Static routing merupakan bentuk yang simple dari routing, tapi diperlukan proses manual dalam mendefine static routing tersebut ke perangkat jaringan. Static routing digunakan pada network yang hanya mempunya sedikit perangkat dan sifat rute nya tetap (sangat jarang untuk berubah) static routing juga tidak dapat menangani perpindahan rute secara otomati bila rute yang didefinisikan sebelumnya mengalami kegagalan jaringan (link failure). (kusmawan, 2014)

2.      Routing Dinamis
 adalah router yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika ada perubahan topologi antar jaringan, router otomatis akan membuat ruting yang baru.
Routing dinamis merupakan routing protocol digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dari pada menggunakan routing statis dan default, akan tetapi ada perbedaan dalam proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan. (yusniaalfisyahrin, 2012)
    D.    Konfigurasi Routing Statik Dengan Packet Tracer
Disini saya akan mencoba membuat konfigurasi routing statik dengan packet tracer yang sudah saya pelajari pada mata kuliah
Jaringan Komputer,sebelumnya sedikit penjelasan tentang routing statik.
Routing statik yaitu routing yang  konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan
atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis,
maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing.Karena itu routing statis
hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis biasa diterapkan di jaringan skala besar
dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:
– Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
– Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
– Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data
Seorang administrator harus menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfigurasi router dengan routing statis.
Untuk Lebih Jelasnya kita lihat gambar dan pembahasannya di bawah ini:
Technical Order
Router ke router : Serial
Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat FastEthernet)
Switch ke PC : FastEthernet
Konektor yang warna merah menggunakan Serial DTE
 (recommended) Sebaiknya menggunakan Routers yang Generic (Router-PT) agar kita tidak perlu menambahkan modul pada komponen router.
(recommended) Untuk Switches gunakan Generic (Switch-PT)
Konfigurasi ini menggunakan CLI (command-line interface)

SETTING ROUTER
Kali ini kita beri nama Router 0 adalah “Sterling“,Router 1 adalah “Hoboken“,dan Router 2 adalah “Waycross“
kita bisa memberi nama router tersebut melalui config>global setting>display name
selain itu kita juga bisa mengganti nama hostname (config>global setting>hostname) sesuai yang kita inginkan,disini kita beri nama sama dengan nama router diatas.
1.   Sterling (setting 1 serial, 1 FastEthernet)
Sterling>en            // enable
Sterling #conf t        //configure terminal
Sterling (config)#int fa0/0 //setting interface dari router ke switch
Sterling (config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0  //setting IP dan subnet mask
Sterling (config-if)#no shut    //mengaktifkan setting diatasnya
Sterling (config-if)#ex         //exit
Sterling (config)#
Sterling (config)#int s2/0      //setting interface serial di Sterling
Sterling (config-if)#ip add 172.16.2.1255.255.255.0
Sterling (config-if)#no shut
Sterling (config-if)#ex

2. Hoboken (setting 2 serial, 1 FastEthernet)
Hoboken >en
Hoboken #conf t
Hoboken (config)#int fa0/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.3.1 255.255.255.0
Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#ex
Hoboken (config)#
Hoboken (config)#int s2/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.2.2 255.255.255.0
Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#ex
Hoboken (config)#
Hoboken (config)#int s3/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.4.1255.255.255.0
Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#e

3. Waycross (setting 1 serial, 1 FastEthernet)
Waycross >en
Waycross #conf t
Waycross (config)#int fa0/0
Waycross (config-if)#ip add 172.16.5.1255.255.255.0
Waycross (config-if)#no shut
Waycross (config-if)#ex
Waycross (config)#
Waycross (config)#int s2/0
Waycross (config-if)#ip add 172.16.4.2255.255.255.0
Waycross (config-if)#no shut
Waycross (config-if)#ex
Bagaimana  mudah  bukan? Tunggu dulu kita belum selesai settingnya. Kita perlu setting routingnya, yang diatas itu hanya setting masing-masing router. INGAT! Routing berbeda dengan router.

 SETTING ROUTING
Sterling:
Sterling (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Sterling (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.2.2

Hoboken :
Hoboken (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1
Hoboken (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.4.2

Waycross:
Waycross (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.4.1
Waycross (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1

Memberi IP pada masing-masing PC
Klik image PC
Klik Tab Desktop
Pilih IP Configuration
Ulangi hingga PC5  (deenugraha, 2013)

Rabu, 14 September 2016


TROBLESHOOTING LAPISAN APLIKASI LAYER
Oleh : feriana lestari

A.    FUNGSI LAPISAN APLIKASI LAYER
sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. (diarypc, 2014)

B.     TCP/IP
adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack (kirtam, 2011)

C.     DHCP
Dynamic Host Configuration Protocol atau yang sering disingkat DHCP merupakan protokol client-server yang digunakan untuk memberikan alamat IP kepada komputer client/ perangkat jaringan secara otomatis. (nesabamedia, 2011)

D.    FTP
File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client. FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.
FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.
(indositehost, 2013)

E.     TELNET
adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan pada Internet atau Local Area Network untuk menyediakan fasilitas komunikasi berbasis teks interaksi dua arah yang menggunakan koneksi virtual terminal. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan. (wikipedia, 2016)

F.      NFS
 adalah untuk memungkinkan terjadinya pertukaran sistem berkas secara transparan antara mesin-mesin independen. Hubungan yang terjadi didasarkan pada hubungan client-server, menggunakan perangkat lunak NFS server dan NFS client yang berjalan di atas workstation. (Ridha, 2011)

G.    HTTP DAN HTTPS
HTTP dan HTTPS adalah kode bahasa protokol  yang tidak asing lagi bagi pengguna internet, karena di setiap link yang mengacu pada sebuah website pasti menggukannya. Kode ini juga sering di jumpai ketika kita hendak melakukan browsing atau membuka halaman website tertentu. Kita di minta untuk mengetik kode tersebut di awalnya dan diakhiri dengan titik dua dan garis miring kembar ketika kita melakukan browsing halaman website yang diinginkan. (ilmukompute, 2013)

 DAFTAR PUSTAKA

diarypc. (2014, january 1). Pengertian 7 OSI Layer dan TCP/IP Beserta Fungsinya. Retrieved NOVEMBER 14, 2016, from Diary PC: http://www.diarypc.com/2014/01/pengertian-7-osi-layer-dan-tcpip.html
ilmukompute. (2013, January 3). ilmukompute. Retrieved NOVEMBER 14, 2016, from ilmukompute: http://ilmukomputer.org/2013/01/30/perbedaan-http-dan-https/
indositehost. (2013, JUNI 13). Pengertian FTP. Retrieved NOVEMBER 14, 2016, from Pengertian FTP: http://klien.indositehost.com/knowledgebase.php?action=displayarticle&id=8
kirtam. ( 2011, AGUSTUS 10). Protokol TCP IP. Retrieved NOVEMBER 14, 2016, from Protokol TCP IP: http://kirtam.blogspot.co.id/2011/08/protokol-tcp-ip.html
nesabamedia. (2011, JANUARI 10). Ketahui Pengertian DHCP beserta Fungsi dan Cara Kerjanya. Retrieved NOVEMBER 14, 2016, from Ketahui Pengertian DHCP beserta Fungsi dan Cara Kerjanya: http://nesabamedia.com/pengertian-dhcp/
Ridha, A. t. (2011, November 08 ). NFS (Network File System ). Retrieved november 14, 2016, from Ridha'plugs Part II: http://tugassiswi.blogspot.co.id/2011/11/nfs-network-file-system.html

wikipedia. ( 2016, September 2 ). Telnet. Retrieved NOVEMBER 14, 2016, from Telnet: https://id.wikipedia.org/wiki/Telnet

  
TROBLESHOOTING LAPISAN PRESENTASI LAN
Oleh : feriana lestari

            A.    PENGERTIAN PRESENTATION LAYER
adalah lapisan keenam dari bawah dalam model referensi jaringan terbuka OSI. Pada lapisan ini terjadi pembuatan struktur data yang didapatnya dari  lapisan aplikasi ke sebuah format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk melakukan enkripsi data, kompresi data, konversi setkarakter  (ASCII, Unicode, EBCDIC, atau set karakter lainnya), interpretasi perintah-perintah grafis, dan beberapa lainnya. Dalam arsitektur TCP/IP  yang menggunakan model DARPA, tidak terdapat protokol lapisan ini secara khusus. (Adityapratama, 2014)

            B.     FUNGSI PRESENTATION LAYER
 Untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam formatyang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level iniadalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation(dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing(VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)). Contoh dari Pressentation layer: Gateway. (jarkomdat, 2011)

C.     PROTOCOL PRESENTATION LAYER

Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layananWorkstation (dalam windows NT dan juga network shell (semacam virtual network computing (VNC) atau remote dekstop protocol (RDP). (febrianto, 2014)

·         ASCII, American Standard Code for Information Interchange
·         EBCDIC, Extended Binary Coded Decimal Interchange Code
·         X. 25 PAD, Packet Assembler/Disassembler Protocol (missa.staff.gunadarma.ac.id, 2012)


           D.    ABSTRAK SINTAK NOTASI
sebuah notasi untuk mendefinisikan struktur data dan tipe data. Notasi didefinisikan dalam standar internasional ISO 8824/ITU X.208 dan ISO 8825/ITU X.209. (zoellucky, 2011)
E.     X-WINDOW
 adalah software sistem komputer dan protokol jaringan yang menyediakan dasar untuk interface pengguna grafis (GUI) dan kaya akan kemampuan perangkat input dan jaringan komputer. (sabil, 2013)


DAFTAR PUSTAKA 


Adityapratama, W. ( 2014, Mei 19). Presentation Layer (Lapisan Presentasi). Retrieved november 14, 2016, from Catatan_Wawan92: http://catatanwawan92.blogspot.co.id/2014/05/presentation-layer-lapisan-presentasi.html
febrianto, d. ( 2014, March 12 ). PRESENTATION LAYER . Retrieved november 14, 2016, from Selamat Datang Selamat Membaca: http://dwifebriantoadmojo.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-presentation-layer.html
jarkomdat. (2011, NOVEMBER 24). OSI 7 LAYER DAN FUNGSI MASING-MASING LAYER. Retrieved NOVEMBER 14, 2016, from SHARE ANYTHING HERE,HAVING FUN: http://sudoapt-getcold.blogspot.co.id/2011/10/osi-7-layer-dan-fungsi-masing-masing.html
missa.staff.gunadarma.ac.id. (2012). PRESENTATION LAYER,. SOLO: missa.
sabil, k. (2013, oktober 10). pengertian X-WINDOW. Retrieved november 14, 2016, from Tugas - tugas kuliah: http://sabilkhusna.blogspot.co.id/2013/10/pengertian-x-window.html
zoellucky. (2011, August 16). Sintaks Abstrak Notasi One (ASN.1). Retrieved november 14, 2016, from Sintaks Abstrak Notasi One (ASN.1): http://id.termwiki.com/ID/Abstract_Syntax_Notation_One_(ASN.1)

Senin, 12 September 2016


NAT dan PAT
Oleh :feriana lestari

·         Pengertian NAT dan PAT

NAT (Network Address Translation)
merupakan suatu metode untuk menghubungkan lebih dari 1 pc pada jaringan lokal ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP publik.

      2. PAT (Port Address Translation)
merupakan suatu metode untuk menghubungkan beberapa port yang diakses pada jaringan lokal ke jaringan internet menggunakan satu alamat IP publik sesuai dengan port yang diakses. (Atmaja, 2015)

v  Jenis jenis NAT DAN PAT

·         Static   NAT         

Network Address Translation (NAT) menterjemahkan sejumlah IP address tidak terdaftar menjadi sejumlah IP address yang terdaftar sehingga setiap client dipetakkan kepada IP address terdaftar yang dengan jumlah yang sama.                                                                                                                                                                                                                                                                                        NAT Static Jenis NAT ini merupakan pemborosan IP address terdaftar, karena setiap IP address yang tidak terdaftar (un-registered IP) dipetakan kepada satu IP address terdaftar. Static NAT ini juga tidak seaman jenis NAT lainnya, karena setiap komputer secara permanen diasosiasikan kepada address terdaftar tertentu, sehingga memberikan kesempatan kepada para penyusup dari Internet untuk menuju langsung kepada komputer tertentu pada jaringan private anda menggunakan address terdaftar tersebut.
·         Dynamic NAT      
Dynamic Network Address Translation dimaksudkan untuk suatu keadaan dimana anda mempunyai IP address terdaftar yang lebih sedikit dari jumlah IP address un-registered. Dynamic NAT menterjemahkan setiap komputer dengan IP tak terdaftar kepada salah satu IP address terdaftar untuk connect ke internet. Hal ini agak menyulitkan para penyusup untuk menembus komputer didalam jaringan anda karena IP address terdaftar yang diasosiasikan ke komputer selalu berubah secara dinamis, tidak seperti pada NAT statis yang dipetakan sama. Kekurangan utama dari dynamis NAT ini adalah bahwa jika jumlah IP address terdaftar sudah terpakai semuanya, maka untuk komputer yang berusaha connect ke Internet tidak lagi bisa karena IP address terdaftar sudah terpakai semuanya.                                                                                                                      
·         Masquerading      NAT                                                                                               
Masquerading NAT ini menterjemahkan semua IP address tak terdaftar pada jaringan anda dipetakan kepada satu IP address terdaftar. Agar banyak client bisa mengakses Internet secara bersamaan, router NAT menggunakan nomor port untuk bisa membedakan antara paket-2 yang dihasilkan oleh atau ditujukan komputer-2 yang berbeda. Solusi Masquerading ini memberikan keamanan paling bagus dari jenis-2 NAT sebelumnya, kenapa? Karena asosiasi antara client dengan IP tak terdaftar dengan kombinasi IP address terdaftar dan nomor port didalam router NAT hanya berlangsung sesaat terjadi satu kesempatan koneksi saja, setelah itu dilepas.

·         NATMasquerading

Keamanan NAT Kebanyakan implementasi NAT sekarang ini mengandalkan pada teknik jenis Masquerading NAT karena meminimalkan jumlah kebutuhan akan IP address terdaftar dan memaksimalkan keamanan yang diberikan olen Network Address Translation (NAT). Akan tetapi perlu dicatat bahwa NAT itu sendiri, walau memakai jenis NAT yang paling aman – Masquerading, bukanlah suatu firewall yang sebenarnya dan tidak memberikan suatu perisai besi keamanan untuk suatu situasi yang beresiko tinggi. NAT pada dasarnya hanya memblokir tamu tak diundang (unsolicited request) dan semua usaha penjajagan atau usaha scanning dari internet, yang berarti suatu pencegahan dari usaha para penyusup untuk mencari file share yang tidak di proteksi atau private Web ataupun FTP server. Akan tetapi, NAT tidak bisa mencegah user di Internet untuk meluncurkan suatu usaha serangan DoS (Denial of Services) terhadap komputer yang ada
dijaringan private anda. Ataupun tidak bisa mencegah usaha-2 lain dengan teknik yang     lebih
kompleks untuk melakukan kompromi jaringan.
·         Network Address Translation dan Stateful Packet Inspection

Beberapa implementasi NAT juga melibatkan tambahan keamanan, biasanya secara umum menggunakan teknik yang disebut Stateful Packet Inspection (SPI). Stateful Packet Inspection adalah istilah generic pada proses dimana NAT router memeriksa paket yang datang dari internet dilakukan lebih teliti dan lebih seksama dari biasanya. Pada umumnya implementasi NAT, router hanya konsen pada IP address dan port dari paket yang melewatinya. Suatu router NAT yang mendukung Stateful
packet inspection memeriksa sampai ke header layer network dan layer transport juga, memeriksa pola yang mempunyai tingkah laku berbahaya, seperti IP spoofing, SYN floods, dan serangan teardrop. Banyak produsen router mengimplementasikan stateful packet inspection dalam berbagai bentuk dan cara, jadi tidak semua router NAT dengan kemampuan Stateful packet inspection ini  mempunyai tingkat perlindungan keamanan yang sama. (krisna, 2014)

·         Konfigurasi NAT dan PAT


Krisis IP merupakan masalah yang serius dalam dunia jaringan. Hal ini ditandai dengan terus
bertambahnya penggunan internet padahal jumlah IP semakin terbatas. Pada mulanya para perancang protokol TCP/IP tidak pernah mebayangkan kalau internet akan berkembang begitu pesatnya.
Salah satu solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan IP privatesesuai dengan RFC 1918. Masalah baru pun muncul ketika menggunakan IP private ini, yaitu IP private tidak dapat di route ke jaringan global internet. Maka solusinya adalah kita membutuhkan protokol yang mampu mentranslasikan dari IP private ke IP public. Dan protokol itu bernama NAT (Network Address Translation). Dengan menggunakan NAT ini maka komputer yang memiliki IP private tetap dapat terkoneksi ke Internet. Selain NAT ada juga PAT (Port Address Translation) yang merupakan pengembangan dari NAT. Namun demikian, baik NAT maupun PAT masih menyisakan permasalahan yang tidak dapat diselesaikan.
·         Konfigurasi Awal
1. Konfigurasi semua interface yang ada pada Router sesuai dengan gambar, kecuali interface ethernet yang terkoneksi ke Internet pada Router Pusat.
2. Konfigurasi Routing Protokol dengan menggunakan RIPV2.
3. Pastikan semua Network terlihat pada routing table kecuali yang ke Internet.
4. Konfigurasi IP address untuk interface ethernet yang terkoneksi ke Internet pada Router Pusat.
 ip address 152.118.167.X 255.255.255.224
ip nat outside
no shutdown

Untuk tanda X mintalah IP Address yang akan dipakai untuk koneksi internet
5. Sedangkan untuk interface ethernet yang terkoneksi dengan switch/hub dan interface serial yang
terkoneksi ke router lain pada Router Pusat di tambahkan perintah berikut ini:
ip nat inside

6. Buat default route pada Router Pusat.
      ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 152.118.167.33

7. Redistribute ke routing protokol
      router rip
      default-information originate

8. Periksa kembali routing table pada kedua router, pastikan static route mucul pada routing table dikedua router tersebut.
9. Berilah IP address pada PC. Untuk PC yang berada di Router Pusat IP addressnya adalah
192.168.17.2 dan 192.168.17.3. Sedangkan untuk PC yang berada di Router Cabang IP addressnya
adalah 192.168.18.2 dan 192.168.18.3.

·         Konfigurasi Static NAT

Static NAT dilakukan dengan cara memetakan satu alamat private dengan satu alamat public.Misalkan IP address pada PC akan dipetakan ke IP public.
Pada Router Pusat tambahkan perintah berikut:

ip nat inside source static 192.168.17.2 152.118.167.X
ip nat inside source static 192.168.17.3 152.118.167.X
ip nat inside source static 192.168.18.2 152.118.167.X
ip nat inside source static 192.168.18.3 152.118.167.X

Dari PC coba untuk ping ke IP yang ada di internet. (wordpress.com, 2012)

v  alokasi alamat IP privat

Suatu alamat IP pada ruang alamat pribadi tidak pernah diberikan sebagai alamat umum. Alamat IP dalam ruang pribadi ini biasa kita sebut sebagai alamat private / IP Private. Dengan memakai alamat IP pribadi, pemakai dapat memberikan proteksi dari para hacker jaringan.
·         Pada IP private, route di dalam internet router takkan pernah ada karena alamat IP private tidak pernah diberikan oleh Inter Network Information Center. Sehingga secara otomatis, IP private tidak dapat dijangkau di dalam internet. Lalu bagaimanakah solusinya? Maka, saat memakai alamat IP private, membutuhkan beberapa tipe proxy atau server untuk mengkonversi sejumlah alamat IP pribadi pada jaringan lokal menjadi alamat umum yang valid dengan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke Internet. Dukungan bagi NAT untuk menerjemahkan alamat umum dan alamat pribadi memungkinkan terjadinya koneksi jaringan kantor, rumah atau kantor kecil ke Internet.
·         Sebuah NAT menyembunyikan alamat-alamat IP yang dikelola secara internal dari jaringan-jaringan eksternal dengan menerjemahkan alamat internal pribadi menjadi alamat eksternal  umum. Hal ini mengurangi biaya registrasi alamat IP dengan cara membiarkan para pelanggan memakai alamat IP yang tidak terdaftar secara internal melalui suatu terjemahan ke sejumlah kecil alamat IP yang terdaftar secara eksternal. Hal ini juga menyembunyikan struktur jaringan internal, mengurangi resiko penolakan serangan layanan terhadap sistem internal. (writers, 2015)

v  Keuntungan menggunakan NAT adalah memungkinkan menambah IP address, tanpa merubah IP address pada komputer . Ada beberapa keuntungan lain dalam menggunakan NAT, diantaranya :

Menghemat IP legal yang diberikan oleh ISP (Internet service provider)

Mengurangi terjadinya duplikasi IP address pada jaringan
Menghindari proses pengalamatan kembali pada saat jaringan berubah
Meningkatkan fleksibilitas untuk koneksi ke internet
v  Kerugian menggunakan NAT diantaranya :
Proses translasi menimbulkan keterlambatan karena data harus melalui perangkat NAT (software atau hardware).
Terdapat beberapa aplikasi yang tidak dapat berjalan ketika menggunakan jaringan NAT, khususnya NAT yang menggunakan software.

Menghilangkan kemampuan untuk melacak data karena melewati firewall. (lika_cyank, 2013)